Riau — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau melaksanakan rangkaian pendampingan Program Sekolah Model secara bertahap dan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan KKA di satuan pendidikan.
Pendampingan Program Sekolah Model dilaksanakan di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau, yaitu Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Pelalawan, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.
Rangkaian pendampingan dilaksanakan melalui tiga topik yang saling berkesinambungan. Topik Pendampingan 1 berfokus pada Penyusunan Rencana Kerja Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal. Pada tahap ini, satuan pendidikan didampingi untuk menyusun rencana kerja berdasarkan hasil asesmen awal sehingga program yang dirancang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.
Selanjutnya, Topik Pendampingan 2 berfokus pada Penguatan Substansi Keunggulan Sekolah Model. Melalui pendampingan ini, sekolah didorong untuk mengenali, mengembangkan, dan memperkuat potensi serta keunggulan yang dimiliki sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan.
Memasuki Topik Pendampingan 3, kegiatan diarahkan pada Pelaksanaan Peran dan Tugas Kepala Sekolah dan Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan KKA. Pada tahap ini, kepala sekolah dan pendidik diperkuat untuk menjalankan peran dan tugas masing-masing secara kolaboratif dalam mendukung implementasi pembelajaran di satuan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, pendampingan tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga menjadi wadah bagi sekolah untuk berdiskusi, merefleksikan praktik yang telah dilakukan, berbagi pengalaman, serta menyusun langkah tindak lanjut. Proses tersebut diharapkan dapat membantu sekolah menerapkan hasil pendampingan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan di setiap Sekolah Model, BGTK Provinsi Riau berupaya memastikan Program Sekolah Model tidak hanya menghasilkan perencanaan, tetapi juga mendorong terwujudnya praktik pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi murid.
Rangkaian pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen BGTK Provinsi Riau dalam memperkuat kolaborasi antara kepala sekolah, pendidik, dan ekosistem satuan pendidikan untuk mengembangkan praktik baik serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.