Pekanbaru — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau kembali menghadirkan Webinar Serantau BGTK Riau Episode 16 sebagai ruang berbagi dan belajar bersama bagi pendidik dan ekosistem pendidikan. Webinar yang akan dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, mengangkat tema “Dari Soal Biasa Menjadi Soal Bermakna: Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran”.
Literasi dan numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Keduanya menjadi fondasi penting bagi peserta didik untuk memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Webinar Serantau Episode 16, BGTK Provinsi Riau mengajak pendidik untuk mengeksplorasi bagaimana soal dapat dirancang tidak sekadar untuk menguji kemampuan peserta didik dalam menemukan jawaban, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami makna, menggunakan informasi, bernalar, dan mengaitkan pembelajaran dengan situasi nyata.
Webinar ini menghadirkan Reisky Bestary, S.Pd., M.Pd., Kepala BGTK Provinsi Riau, sebagai keynote speaker. Sementara itu, materi utama akan disampaikan oleh Tri Hastuti, S.Pd., M.Pd., Widyaiswara Ahli Madya, dengan Tri Widarta, S.I.P., Penelaah Teknis Kebijakan, sebagai moderator.
Kegiatan akan berlangsung secara daring melalui Zoom pada pukul 14.00 WIB hingga selesai. Peserta dapat bergabung melalui Zoom dengan ID 884 743 1359 dan passcode BGTKRIAU. Informasi dan koordinasi peserta juga tersedia melalui WhatsApp Group pada tautan s.id/WebinarSerantauBGTKRIAU.
Melalui kegiatan ini, BGTK Provinsi Riau terus mendorong penguatan kompetensi pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Perancangan soal diharapkan tidak berhenti pada kemampuan peserta didik menemukan jawaban yang benar, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk memahami persoalan, menggunakan informasi, bernalar, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai situasi.
Webinar Serantau BGTK Riau Episode 16 menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk memperkuat praktik pembelajaran literasi dan numerasi sekaligus mendorong terciptanya pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.